new moon fever

25 11 2009

Walau gue gak baca buku hebohnya si Stephanie Meyer ini, tapi tetep dong, gue mau nonton filmnya :)

Hari ini rencananya, genk CG! dan SPICE! bakal rame2 nonton New Moon di bioskop deket kantor. Tadi pagi udah ada perwakilan dari kami yang ngantriin tiketnya, buat antisipasi ngantri yang berjubel. Semoga nanti malam menyenangkan! :) I can’t wait to see Taylor Lautner!!! :D

Yay for Team Jacob! :P

 





Infinito Singers goes global :)

24 11 2009

Well, mungkin terlalu dini klaim-nya. Tapi terus terang, gue bangga jadi bagian dari keluarga Infinito Singers (InSis). Keluarga yang ‘membesarkan’ gue, menjadi tempat curahan kebahagiaan yang gak gue dapet dimanapun, sampe keluarga yang mempertemukan gue dengan mas suami.

Back to topic, surprisingly, di suatu hari, kami mendapat email dari seseorang dari sebuah label rekaman indie di Tokyo, Jepang bernama EWE (nanti gue attach website-nya), berupa undangan untuk kami tampil bernyanyi di Tokyo.

WOW.

Terus terang aku sampe gemeteran pas denger beritanya. Dalam hati gak berhenti mengucap syukur. Ya Allah, Alhamdulillaaaaaah.. Padahal belum ada setahun ini kami juga diundang bernyayi di Jeju Int’l Choir Festival di Jeju province, Korea Selatan. Dan lebih menyenangkannya, kali ini kami ditanggung semua biaya pesawat dan akomodasi! Yippiiiiieee… :D

Tim Konser bulan Desember pun excited berat. Konser tahunan kami yang harusnya diadakan tanggal 20 Des 09 pun akhirnya diundur menyambut undangan ke Jepang ini. Dan berhubung pihak panitia hanya akan memberangkatkan 17 orang, sang Choir Master pun memutuskan mengadakan audisi untuk kami.

Well, dagdigdug beraaaat rasanya! Alhamdulillah, gue akhirnya pun lolos audisi. I hope it’s going to be a wonderful trip to us, karena pun kami pergi saat winter: SALJU!!! Horeeeee… Saatnya sibuk latihan dan persiapan ini itu. Insya Allah kami berangkat tgl 20 Des dan kembali ke Jkt tgl 26 Des. 1 month to go!

Doakan kami yaa!

Infinito Singers (as Infinito Shingazu in Japanese) at Roppongi's website





blogspot diblok?

24 11 2009

Benar kaaaah?

Dari kemarin sih gak bisa2 buka blogku yg disitu dan blog temen2 juga. Kabarnya lg diblok sama pemerintah gara2 ada blog yg ofensif tentang Nabi2an gitu deh.. I dunno for sure. Semoga cepet di-unblock ya Paaaak..! :(





the idols

4 08 2008

Sabtu kemarin kayaknya jadi hari yang bahagia buat Aris, krn berhasil menang sebagai juara di Indonesian Idol 5. Jujur, gue gak pernah lagi bener2 nonton dan ngikutin acara ini sejak Idol ke-2. Menurut gue pribadi, kualitas pemenangnya kok makin lama makin turun ya? Waktu di Idol 1, gue seneng banget waktu Joy menang. Gue lihat perkembangannya tiap minggu memang menanjak dan semakin baik, jadi memang layak buat menang.

Di Idol 2, gue liat Mike menang lebih krn figur, bukan kemampuan vokal. Suara Mike memang punya ciri khas, renyah, bagus, dan enak di dengar. Tapi kalo dibandingkan Judika – finalis satunya lagi – menurutku, Mike punya pesaing yang lebih kuat. Mike masih perlu banyak belajar, terutama di lagu2 upbeat. Cuma apa karena American Idol waktu itu – Ruben Studdard – barusan menang, trus Indo Idol jadi latah ikutan nyari Idol yang kurang lebih similar tipe suara dan performance-nya? Lagi2 figur ya? Hmmm…

Kekecewaan gue sama acara ini berlanjut di Season 3. Kualitas finalisnya menurun drastis. Waktu itu Ihsan yang jadi juara. Really sorry to say, suaranya juga gak bagus2 amat menurut gue. Sebagai grand finalist, waktu itu harusnya dia sudah tampil tanpa cela. Tapi memang kayaknya materi tahun itu agak kurang bagus dan menurun kualitasnya. Apa yang dilihat penonton ya? Apa karena sisi dramatisnya? Ihsan yang berasal bukan dari keluarga berada, trus bisa tampil sebagai bintang dan juara. Oh, come on… kalo memang materi suara dan performance-nya OK, gak masalah. Tapi ini kok… *speechless* Di season ini, pasaran Indo Idol di grade A-B juga setau gue diturunin jadi hingga C-D. Denger2 karena jumlah pendaftar juga menurun jumlahnya.

Indo Idol 4 lumayan memberi pencerahan buat gue. Itu juga karena akhirnya Rini yang menang. Gue liat memang dia paling menonjol, punya bakat dan penampilannya konsisten. Sementara sisa finalisnya, gue bener2 gak tau musti ngomong apa.. *sigh*

Pas liat audisi Indo Idol 5 di RCTI, gue udh punya feeling, kayaknya si Aris ini yang bakal di-plot buat menang. Bukan karena suara atau materinya brillian, tapi gue ngeliat ada sedikit pengaruh ‘David Cook’ di penilaian juri. American Idol punya David Cook, the 1st rocker who wins the American Idol. Dan kayaknya kok Indo Idol jadi ikut2an latah ya?? Menilik season 2 waktu AI punya Ruben, trus Indo Idol punya Mike yang menang, hmm.. no wonder sih.

Terus terang, waktu Aris masuk final, gue berharap panitia atau penyelenggara bisa sedikit menaikkan ‘nilai tampil’ Aris di panggung. Entah dari perbaikan gaya, suara, sampe performance. Gue lihat, Aris masih jadi Aris yang biasa bawa gitar kesayangannya dan mengamen di jalanan. Gue belum melihat Aris seperti David Cook yang bertransformasi menjadi ‘bintang’ yang berkilauan. Aris masih dengan gayanya dengan kuku bercat hitam dan gelang plastik di tangannya, jauh dari gaya rockstar yang keren.

Kalo boleh sedikit kritik buat Andi Rianto as the musician behind every Indo Idol performances, gue masih mendengar suara musik yang tidak menyatu dengan penampilan finalis. Suaranya masih kocar-kacir, musik kemana, penyanyinya kesini. Suara musik juga jauh tenggelam di belakang sana. Rasanya kurang membangun suasana lagu. Apa karena sound system-nya yang jelek? Gatau juga.

Tim panggung juga begitu. Musti banyak improvement dan belajar dari American Idol. Belajar gimana penampilan tiap finalis per lagunya bisa kasih mood yang beda2. Belajar gak usah pake penari latar yang ganggu banget dan bikin performance finalisnya ‘tenggelam’. Grafis di layar belakang panggung memang perlu, tapi jangan sampai mengganggu.

Sungguh, gue cuma merindukan menikmati tayangan Idol di negeri sendiri yang apik dan berkelas.. :(





‘me’ time

17 07 2008

Siang ini, gue lumayan bisa mencuri waktu di saat jam makan siang buat jalan sendiri ke Grand Indonesia. Awalnya emang niat mo mampir ke Charles & Keith buat beli sesuatu. Jadi, mumpung hari ini puasa -otomatis gak makan siang dan jam istirahat maksi jadi lebih panjang- akhirnya bisa deh ke Grani, sendirian! Yippie… :D

Sesampainya di Grani, sengaja lewat pintu yang belum pernah dilewatin biar agak lebih seger view-nya. Begitu dateng, sengaja muter-muter ke Zara dulu yang katanya diskon. Tapi kok sepi yah. Tapi pas diliat-liat, kok harganya gak jauh beda sama kalo gak diskon. Hmm… agak kurang sukses ke sini. Karena bosan, cukup 1 lap aja deh.. :P

Terus lanjut ke Planet Sports. Lumayan bisa liat2 swimsuit dan diving suit yang emang lagi nyari. Mampir bentar ke corner-nya Converse, barangkali ada model baru yang gue naksir banget itu. Ternyata belum ada, hiks. Ya udah, langsung ke bagian baju renang, liat2 googles dan swimsuit-nya Speedo. Hmm…cukup inspiring dan menyenangkan. Ada model yang aku suka dan harganya reasonable. Ntar deh balik lagi kalo pas mau beli.. :)

Next stop is…. C&K! :D Pas gue dateng, asyik banget lagi sepi! Bener2 gak ada pengunjungnya! Yang ada cuma mbak2nya yg lagi asik ngerumpi dan menata2 sepatu. Eeeh… emang mungkin gue ini penglaris kali ya, terus dateng deh rombongan mbak2 masuk kesitu. Alhamdulillah, semoga rejekinya ikut mampir ke gue, ihihihihihi…. :P Dan senangnya, ada sepatu yang kebetulan emang udah lama gue taksir. Ukurannya pun ada. Tapi sayangnya kok ada cacat sedikit ya? Hiks. Walau bisa diatasi, rasanya kok masi ganjel. Sepatu itu pun akhirnya gue hold dulu, gue mau liat2 sekeliling lagi. Siapa tau ada yang lebih OK.

Emang dasarnya nasib kali ya, nemu sepatu sendal yang lucu. Gue tau banget ini pasti model baru. Soalnya terakhir mampir ke sana, model ini blom ada. Dan untungnya lagi, dapet pun ukurannya. Hwah…bingung pun melanda! Hmm… setelah dipikir2, kayaknya kurang worth sepatu abu2 itu. Selain rasanya agak sempit krn kulitnya gak elastis, cacat yang tadi masi ngeganjel, serta alternatif warna itemnya pun abis. Duuhh, rasanya pilihan baru lebih menari-nari di kepalaku, huehehehe… :P emang dasarnya impulsive abis, belilah aku akhirnya si sepatu sendal item inih, hihihihi… buhbye sepatu upik abu! :P

Selesai menenteng C&K, perjalanan berlanjut ke lantai paling bawah. Mau ke Century, euy. Beli stock vitamin dan obat tetes mata yang udah habis. Tadinya niatan mo beli roti di Breadtalk atau di Food Hall, tapi mampirnya malah ke Kinokuniya, hihihi. Liat2 majalah bentar, lagi males beli ya, jd baca2 aja disana.

Gak terasa udh mau jam 2 aja gitu. It’s time to go! Senangnya jalan2 siang ini. Tanpa beban, rasanya cukup puas dan menghibur hati, huehehehe… Catch you later on! ;)





the untold story

30 06 2008

I don’t know where to begin.

Well, long story short, I lost my 2 weeks-old pregnancy last saturday. We were so shock and sad.. :( The rest of the story later on ya. Masih agak sedih kalo ngingetnya lagi. Eniwei, semua ini pasti ada hikmahnya. Kami berdua yakin, Allah gak akan kasih cobaan diluar kekuatan umat-Nya. Dan kami juga yakin Allah akan menggantinya dengan yang jauh lebih baik. Insya Allah.. amiiin.

Makasih buat teman2ku dan orang tua tercinta yang udah bantu mendoakan dan menguatkan. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan kalian, amin ya rabbal alamiin.. :)

Luv u all.





mornin’ surprise :)

20 06 2008

Today is our month-anniversary day.

Yes, every date 20 of the month, we usually celebrate it or just saying ‘happy anniversary’ to each other. Gak ada kepentingan apa2, cuma sebagai reminder kalo di tanggal ini, kita pernah mengikat janji sebagai suami-istri.. :)

Tadi pagi setelah gue mandi, tau2 dia menghampiri trus meluk gue. Gue pikir ada apa ya, bukannya gak pernah meluk kayak gitu, tapi tumben aja tau2 bangkit dari kursi kerjanya trus gave me a big hug.

“Happy anniversary yaaa..,” he said to me

Hihihi, dasar gue pelupa ya, gue gak inget kalo hari ini tuh tanggal 20. “Oiyaa, tanggal 20 ya? Happy anniversary juga sayangkuh..”

And then we kissed.

Gue pikir selesai dong sampe situ. Gue juga langsung siap2 mau berangkat kantor, dan dia balik ke komputernya, trus mandi. The next thing adalah gue bikinin dia kopi dan kita sarapan bareng. Kami sempet janjian mo nonton Sex And The City sih sore ini, dan habis itu ke terapist. Setelah sarapan, dia anter gue ke halte shuttle feeder busway, dan gue berangkat deh.

Sesampainya gue di kantor, gue membuka tas buat ngecek hp. Ternyata ada sms dari dia. Isinya gini:

“All around me I see what weakness has made. Too much tomorrow I think I’ll take all today. I don’t need nobody. I don’t need the weight of words to find a way to crash on thru. I just need to learn the depth or doubt of faith to fall into. Here I slumber to awaken my daze. I find convenience in this savior I save. Am I a prison, am I a source of dire news. Am I a picture perfect reason for you.. You’re all I need.. And you’re all that I need.. Happy anniversary sayangku :* “

Aaawww, gue terharu banget bacanya. Udah lama dia gak kasih surprise kayak gini. Kalo baca postingan gue yang lama tentang dia, disitu gue kasih tau kalo dia sering banget kasih gue sms kata indah yang dia ambil dari lirik lagu yang dia suka. I feel so touched.. :) Lalu sms itupun gue bales, saying thank you and saying that i love him so.

Gak lama hp gue bunyi lagi. Dia membalas sms gue kayak gini:

“Fluv u.. ntr dgerin lagunya ya. Kakak copy ke flashdsk kakak, ada di tas adek :)

(Fluv u: I love you)

Oalaaa… pantesan tadi gue liat ada flash disk-nya di tas gue! Gue kira gak sengaja masuk ke situ. Hihihi… ternyata ini udah di-set up toh… bodohnya gue :P Gue buka deh flash disk-nya, dan gue play di iTunes. Aaaaaw… what a sweet song. Ternyata lagunya Collective Soul, judulnya Needs.. :) Dan surprisingly lagi, dia udh masukin liriknya di iTunes, jadi gue bisa tau lirik lengkapnya. Katanya dia juga lagi dengerin di rumah.. :)

Makasi ya sayangku. You made my day! :*





rumah baru :) (updated)

18 06 2008

Pas pulang kantor kemarin, gue dan si kakak mampir ke Met Mal bentar buat makan. Sempet muter2 karena mo nyari make up. Ternyata oh teryata, di atrium Met Mal lagi pameran properti! Yihaaaa….pucuk dicinta ulam tiba neh! Dan syenangnya lagi, ternyata Kemang Pratama buka stand juga disitu. Perumahan KP ini kan bisa dibilang paling jelas konsep lingkungannya di Bekasi. Perumahan yang berkelas lah. Asri, hijau, dan nyaman banget. Kebetulan juga deket dengan rumah nyokap, jadi pasti dibolehin. Ya udaaah, dengan riang gembiranya kami langsung datengin stand-nya dan asik bertanya2 dengan sales/marketer-nya.

Alhamdulillah, orang2nya sangat welcome banget. Beda 180 derajat dengan orang2 marketing di Gr*** Wi**** yang sempat kami datengin bulan kemarin. Kalo disana, rasanya kita dipandang dengan sebelah mata, seperti orang gak berduit, dilayaninya dengan angkuh dan sombong, ugh! Apa krn kita pribumi sedangkan mereka ini mayoritas keturunan? O well, gak seharusnya begitu dong memperlakukan calon pembeli. Udah gitu aja, kita ditelp-in terus, nanyain gimana perkembangannya, alesannya besok udh naik harga lah. So what?? Kita udh keburu bete. Naik mah naik aja, emang gue pikirin.. :P

Eniwei, balik ke marketer di KP, keliatan banget mereka ini sangat ngerti calon pembeli. Mereka kasih beberapa alternatif lokasi, kasih info soal KPR, dan malem itu juga kita memutuskan buat liat lokasi besok paginya. Yipppie.. :)

Pagi tadi, gue sengaja ijin dateng telat ke kantor. Bilang ke si bos kalo mau liat kavling. Doi sempet heran, kavling apaan?? Hehehe..ya udh, ta’ jelasin smuanya. Alhamdulillah dijinin, lagi gak deadline juga. Jadilah sepagian tadi kami muter2 kompleks KP yang gede banget itu.

Awalnya ke Kantor Pemasaran dulu ketemu si Pak Ade (marketer yang semalem ketemu di Met Mal). Jelasin dikit tentang lokasi mana aja yang masi avail, tipe2 dan luas tanahnya. Soal pembayaran juga disinggung. Akhirnya trus kita meninjau lokasi satu-satu.

Awalnya ke kavling di KP 1 yang cukup dekat dengan patung (agak ke depan) dan letaknya persis di tepi sungai. Bagus deh. Masih beberapa lahan kosong, tapi sebagian udh dibeli orang. Luas per kavlingnya 216 m2. Agak kebesaran sebenarnya buat kami. Tapi gapapa deh, buat referensi aja. Abis dari situ, kita ke lokasi yang di KP 3. Yang ini kalo kata Pak Ade cukup worth karena lokasinya di KP 3. Hmm..aku sih kurang suka ya, krn jalannya muter2, belok kiri-kanan, ah pusyink! Pulangnya aja aku gak inget jalan lagi.. :P

Perjalanan berlanjut ke lokasi KP 3 juga tapi agak ke depan. Sebenernya enak, krn persis di jalan utama. Tapi oh tapi, di belakangnya itu persis kuburan booo… hiiiy *merinding* bukannya kenapa ya, memang udh banyak juga yang ditempatin dan sederetan, tapi kok rasanya kurang sreg. Lagian takutnya klo suatu saat mo dijual lagi, pasti agak susah.

Kami trus balik lagi ke KP 1. Ada kavling yang besarnya lumayan cocok buat kami: 180 m2 dan 135 m2. 2-2nya letaknya cukup strategis, gak jauh dari jalan utama. Sayangnya yang 180 mojok bener dan bersebelahan dengan kampung warga (cuma dibatesin tembok tinggi), dan selokannya nyambung dengan mereka. Oalaa..berarti selokannya musti dibersihin terus dong nih. Yang mendingan sih yang 135. Enaknya lagi daerahnya agak sepi dan lebih nyaman buat anak2 main.

Terakhir kami balik ke lokasi yang pertama, tapi ke kavling yang 162. Naaah, kayaknya ini yang paling pas deh. Lokasinya di KP 1, strategis banget, dekat jalan besar, dekat ke swimming pool, sports club, dan club house, juga deket ke hero, sekolah, RS, dan halte shuttle feeder bus yang stiap hari gue naikin! Kavlingnya pun masih tersedia banyak, jd lumayan bisa milih2 :)

Pulang dari sana, kami ngomongin soal KPR lagi dan gimana2nya soal lain2nya. Sekarang tinggal cari info Bank penyedia KPR yang paling OK. Udah ada bbrp nominee-nya sih, tinggal didatengin aja. Alhamdulillah, semoga dimudahkan yaaa, aminn :)





my zodiac sign

18 06 2008





habis gelap terbitlah terang?

13 06 2008

Hanya air mata, dan sesal kurasa

Di depanku kau bercinta

Kau ingkari janjimu, ‘tuk setia bersamaku

Kini kau bunuh hatiku


Ku tak ingin dengar ratapanmu

Dan ku takkan lagi menyentuhmu

Pergi dan jangan kembali

Ku ingin sendiri


Perjalanan panjang cinta kita

Sekejap kau hancurkan slamanya

Inikah takdir untukku

Dicintai ‘tuk disakiti


Ku tahu kau masih sayang dan menyesali sgalanya

Sayang maaf ku tak bisa..

(Dicintai ‘Tuk Disakiti – Ari)

Siang tadi gue denger lagu ini mengalun di radio mobil yang membawa gue dari percetakan kembali ke kantor. Lagu ini pernah gue denger live di sebuah kafe, langsung dari Ari-nya sendiri. Denger lagu ini, gue jadi inget pembicaraan panjang sama sahabat gue semalam pas pulang kantor. Kebetulan gue nebeng mobilnya (uhmm, lebih tepatnya krn dia meminta gue jadi joki, dasarr.. :P ). Di mobil itu dia cerita soal mantannya yang pernah pacaran sama dia selama 3 bulanan gitu. Katanya, awalnya cowok itu minta untuk mereka menikah, pdhl pacaran juga blom. Temen gue sih ogah, dia bukan tipe yang tau2 langsung mau diajak kawin. Apalagi mereka ini sahabat deket banget. Rasanya kok aneh. Tapi trus mereka pacaran, walau temen gue ini gak ngerasa hal yg sama dengan si cowok. Begitu 3 bulan, mulai rada ‘aneh’. Sahabat ini mulai ngearasa sayang sama ni cowok. Tapi si cowok ini gak lama bilang mau putus, dengan alasan klasik: “It’s not you, it’s me.” Halah. Sahabat gue ini terus terang berasa hancur banget. Karena dia ngerasa kehilangan sahabat dekat. Sahabat gue ini trus mengusir cowok ini dari rumahnya.

Pembicaraan trus berlanjut. Setelah putus ini, gak lama kemudian, sahabat gue ini bbrp kali pacaran dan putus sampai akhirnya ketemu dengan cowok yang jadi suaminya sekarang. Dari situ dia pun menyimpulkan, kayaknya memang kita sepertinya harus ‘dipertemukan’ dulu oleh orang yang ‘kurang ajar’ sebelum dapet yang bener2 jodoh kita.

Gue pun cerita hal yang sama. Sebelum gue ketemu dengan Andy, gue pernah pacaran dengan seorang cowok. Let’s say namanya B. Awalnya dia begitu baik sama gue. Like an angel. He saved me from my misery. Dia yang ‘mengangkat’ gue sampai gue meraih hidup gue lagi. Waktu nembak, dia bilang, “Wulan, boleh gak aku jadi cowok kamu?”. Sebuah permintaan yang gak biasa buat gue. Biasanya kan sebaliknya. Di situ dia bilang krn dia sangat menghormati gue, dia juga sayang sama gue.

Ok.

Terus terang gue seneng banget waktu itu. He’s like my dream come true. Dia memperlakukan gue dengan sangat baik, sangat sayang sama gue. Dia bisa membuat gue ngerasa sangat bahagia. Hubungan ini berjalan kira2 1.5 tahun.

Pada akhirnya, di suatu malam, justru dia membuat gue sakit hati. Persis seperti lagu di atas. Dalam satu malam, dia menghancurkan semua mimpi yang kita bangun bareng2. Semua perjalanan cinta gue dan dia. Cuma dalam semalam. I caught him cheating. A cheat he didn’t confess. Dan kemudian dia mengeluarkan semua isi hatinya yang ia pendam sejak lama. Gue hancur banget saat itu. Dia mutusin gue.

O well.

Gue masih sayang sama dia, dan gue gamau kita putus. Sedikit memaksa, gue pengen kita break dulu sambil introspeksi. Dia bilang cuma kayak menunda suntik mati aja. Rasanya sakit banget, bener2 dia udh gak punya rasa lagi. Setelah mengangkat gue begitu tinggi, tiba2 dia jatuhkan gue dari atas. Walau setengah hati, dia meng-ok-kan terms break ini. Tapi dia gak akan nelpon dan dateng ke rumah gue lagi buat sementara. Malam itu gue habiskan dengan bengong, seperti ada yang hilang. Dan dalam beberapa hari berikutnya gue nangis gak berhenti. Sakit banget.

Setelah sekitar sebulan (gue lupa), gue mulai bisa melupakan dia. Di suatu siang, tau2 dia menelepon gue. Gue gak berani angkat. Gue gamau sakit hati yang udh mulai sembuh ini muncul lagi. Telp itu terus2an bunyi. Sampai akhirnya dia meng-sms gue dengan meminta gue mengangkat telpnya. Maaf, tp gue bener2 gak bisa.

Beberapa hari dia mencoba dan mencoba lagi. Sms juga gak berhenti. Dia pun mencoba meng-YM gue. Intinya dia meminta maaf atas apa yang dia lakukan. Gue gak balas satupun. Tega banget dia. Kok bisa2nya kayak gitu sama gue. Dia memohon2 untuk gue memaafkan dia. Terus terang gue mulai belajar maafin dia, tapi gue gak bisa dan gak akan pernah bisa lupa. Yes, you’re forgiven, but not forgotten.

Pada suatu hari dan di sms yang ke-sekian, akhirnya gue membalas dengan kata penutup seperti, “Stop contact me. I’m happy now. Sori, tapi gue gamau liat loe lagi”. Setelah itu rasanya gue lega. Dia masih membalas, tapi gue udh gak peduli. Terus terang, gue jadi benci banget sama ni orang.

Setelah itu, gak berapa lama kemudian, gue ketemu cowok yang akhirnya menjadi suami gue sekarang.

Well, mungkin memang benar ya. Kita musti ketemu yang ‘bajingan’ dulu sebelum ketemu yang benar2 baik sama kita, biar kita lebih kuat secara mental dan lebih dewasa, dan benar2 tau mana yang terbaik. Wallahualam.